‘Terjebak selama 20 jam’: Relawan mengenang saat membantu pengemudi yang terdampar akibat badai salju di Alberta
Para relawan mengenang upaya akhir pekan yang riuh untuk membantu pengemudi yang terjebak selama berjam-jam di Alberta utara karena kondisi pemadaman listrik membuat perjalanan hampir mustahil dilakukan.
Andrew Laidlaw, bagian dari kelompok sukarelawan yang keluar untuk membantu mereka yang terjebak, mengatakan situasi meningkat dengan cepat.
“Awalnya, sepertinya hal ini tidak akan menjadi masalah jangka panjang,” katanya kepada Global News. “Tetapi setelah beberapa saat, kami terus melihat lebih banyak orang mengatakan bahwa mereka terdampar.”
Laidlaw mengatakan tim off-roadnya melakukan mobilisasi dalam beberapa jam, mengumpulkan perbekalan dengan bantuan masyarakat.
Dapatkan berita Nasional harian
Dapatkan berita harian Kanada dikirim ke kotak masuk Anda sehingga Anda tidak akan melewatkan berita utama hari ini.
“Dalam waktu satu setengah jam, kami berhasil mengumpulkan lebih dari $2.500,” katanya, seraya menambahkan bahwa para sukarelawan mengisi kendaraan dengan bahan bakar, makanan, dan air sebelum berangkat.
Mulai Minggu pagi, Highway 63 menuju Fort McMurray telah dibuka kembali, meskipun Highway 16 tetap ditutup di sebelah barat Jasper.
Pengemudi disarankan untuk memeriksa layanan 511 Alberta untuk pembaruan lalu lintas terkini.
Laidlaw mengatakan kondisi berkendara sangat parah, dengan jalan yang tertutup es, kondisi mati lampu, dan tumpukan salju setinggi satu meter.
“Yang biasanya memakan waktu kurang dari satu jam perjalanan memakan waktu beberapa jam,” katanya. “Orang-orang terjebak, kehabisan bahan bakar dan mulai kedinginan.”
Kaleshia Kiyan, relawan lainnya, mengatakan dia membantu mengoordinasikan dukungan melalui media sosial, menghubungkan pengemudi yang terdampar dengan mereka yang mampu membantu.
“Saya membuat postingan sebanyak yang saya bisa, meminta air, makanan, dan bahan bakar,” katanya.
Kiyan mengatakan para relawan memantau pesan-pesan yang masuk dan berupaya mengarahkan bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan, termasuk seorang pengemudi berusia 19 tahun yang terdampar sendirian selama lebih dari 20 jam.
“Kami hanya melacak keberadaan orang-orang dan mencoba memberikan bantuan kepada mereka,” katanya.
Kiyan dan Laidlaw sama-sama mengatakan bahwa respons ini menggarisbawahi betapa cepatnya masyarakat bersatu untuk mendukung mereka yang terkena dampak.
© 2026 Global News, sebuah divisi dari Corus Entertainment Inc.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.